Dari banyaknya pulau-pulau yang tersebar di kepulauan Indonesia, Bali merupakan pulau yang paling terkenal di dunia. Pulau yang terletak di sebelah Selatan garis khatulistiwa ini memiliki luas wilayah sekitar: panjang 80 km dan lebar 150 km yang menyerupai bentuk ikan. Peradaban mencatat bahwa Bali memiliki mikrokosmos yang luar biasa tentang sejarah, legenda, kesusasteraan, seni, alam, dan manusia itu sendiri.Bali merupakan rantai terakhir dari jajaran pulau-pulau tropis yang subur di Indonesia. Di sebelah Timur pulau Bali, sepanjang selat Lombok yang memisahkan Bali dengan pulau Lombok, terlihat garis perbedaan antara flora dan fauna dari ras sub-tropis berganti menjadi beragam flora dan fauna dari ras Australasia.Dari sisi ekologi, “Australasia” adalah sebuah kawasan yang mempunyai sejarah evolusi yang seragam dan sejumlah flora dan fauna yang hanya dapat ditemukan di kawasan Australia, Pulau Irian dan pulau-pulau di sekitarnya. Termasuk Pulau Lombok dan Sulawesi serta pulau-pulau di Indonesia yang berada di sebelah timur kedua pulau tersebut. Garis bayangan pemisah Australasia dengan Asia adalah Garis Wallace – Kalimantan dan Bali berada di sebelah barat, yaitu di Asia.
Translate
Kamis, 30 April 2015
Budaya Melayu di Kepulauan Riau
Semakin hari arus globalisasi semakin terasa di Bumi Segantang Lada. Asimilasi budaya dari berbagai macam budaya, adat dan suku bangsa terus berlangsung disini. Sudah sejak dulu kala Kepulauan Riau yang dahulunya lebih dikenal dengan sebutan Riau ini telah menjadi tempat hidup bagi berbagai macam suku bangsa. Budaya jati Kepulauan Riau tetaplah budaya Melayu, bukan sebagai budaya yang diadopsi dari budaya semenanjung karena kedekatan geografis wilayah ini dengan wilayah Semenanjung, tetapi Kepulauan Riau ini dahulunya sememangnya adalah pusat pengembangan budaya Melayu dan juga sebagai pusat pengembangan bahasa Melayu.
Kerajaan yang dikenal sebagai kerajaan Melayu terbesar pertama di Nusantara ini adalah kerajaan Sriwijaya yang diketahui terletak disekitar Sungai Musi Palembang, Sumatera Selatan. Seiring waktu kekuasaan Sriwijaya akhirnya semakin melemah, maka sejak kerajaan Sriwijaya semakin melemah, peran Kepulauan Riau sebagai penerus warisan budaya Melayu sudah dimulai.
Minggu, 05 April 2015
Arti Dari Kecantikan dan Cinta Sejati
Kisah ini bermula ketika seorang ibu baru melahirkan penuh kebahagiaan. "Bisa saya melihat bayi saya ?" pinta ibu tersebut. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang kearah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga!! Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk.
Rabu, 11 Maret 2015
Sejarah Negara Cina
Proses berdirinya Republik Rakyat China merupakan salah satu babak sejarah dalam perjalanan negara
China. Dari Tahun 1927 komunis China mulai bisa merentangkan sayapnya terhadap China yang saat itu masih berhaluan nasionalis dibawah kuomintang
yang dipimpin Sun Yat Sen dan Ciang Kai Shek. Setelah terjadinya Perang Dunia
II, wilayah China yang tadinya dikuasai oleh Jepang dijadikan lahan pertarungan
politik oleh dua partai besar di China yaitu PKC dan Kuomintang. PKC yang
mengambil wilayah di China Utara dan pada umumnya adalah desa-desa, sedangkan Kuomintang
wilayah yang umumnya kota-kota besar. Tetapi masalah ada di wilayah Manchuria.
Kedua partai tersebut berebut wilayah ini, akibatnya terjadi perang saudara
yang berakhir tahun 1949. Yang dimenangkan oleh PKC. Dengan strategi “desa
mengepung kota” wilayah seperti Manchuria, Santung, Tiensin, Peking berhasil
dikuasai komunisme. Dan Kuomintang pindah ke wilayah taiwan dan mendirikan
negara Taiwan yang berhaluan nasionalis. Tanggal 1 Oktober 1949 merupakan hari
berdirinya Republik Rakyat China. China dibawah kekuasaan komunisme, berkembang
menjadi sebuah negara yang sangat ambisius. China menginginkan menjadi negara
seperti Jerman dan Inggris. Maka untuk merealisasikan keinginannya itu Mao
Zedong membuat beberapa kebijakan, misalnya menjalankan Lompatan Jauh Kedepan
dan Revolusi Kebudayaan yang memakan ribuan korban jiwa, biaya ekonomi yang
besar, dan rusaknya kebudayaan China. Lompatan Jauh Kedepan merupakan kebijakan
yang dilakukan oleh Mao Zedong untuk menandingi ekonomi negara-negara eropa
dibidang industri. Setelah kegagalan Lompatan Jauh Kedepan itu Mao Zedong
beranggapan itu karena komunisme kurang menyebar di rakyat China, maka untuk
lebih menyebarkan komunisme Mao Zedong menjalankan Revolusi Kebudayaan.
Selasa, 06 Januari 2015
Sosial dan Budaya Di Provinsi Kepulauan Riau
Kepulauan Riau, sebagai nama sebuah provinsi yang tergabung dalam wilayah
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sesuai dengan namanya, provinsi ini
terdiri atas ribuan pulau (1.062 buah), baik besar maupun kecil, berpenghuni
maupun belum. Pulau-pulau yang termasuk besar antara lain: Bintan, Karimun,
Singkep, Lingga, dan Natuna. Luas wilayahnya mencapai 250.162 kilometer
persegi. Sijori Pos (Ahad, 23 Juni 2002) malah menyebutkan lebih dari itu,
yaitu 251.810,71 kilometer persegi. Sangkin banyaknya, maka masyarakat setempat
mengibaratkannya sebagai segantang lada, sehingga muncullah istilah “bumi
segantang lada” untuk menyebut daerah Kepulauan Riau.
Wilayahnya yang relatif luas itu sebagian besar (95,79%) terdiri atas
perairan. Sedangkan, selebihnya berupa dataran yang berbukit-bukit tetapi
pantainya landai. Di sana-sini dihiasi oleh bebatuan pra-tersier yang berupa
metamor dengan sedimen yang terbatas. Jenis tanahnya pada umumnya terdiri atas:
organosol dan clay, humik, podsol, podsolik, lotosol, dan latosol yang
mengandung granit (Pemda TK. II Kepulaun Riau, 1997: 4). Iklim yang menyelimutinya
adalah tropis dengan temperatur terendah 23 derajat Celcius dan tertinggi 30
derajat Celcius. Kelembaban udaranya sekitar 88 derajat, sedangkan curah
hujannya rata-rata 2.000 milimeter per tahun.
Sosial dan Budaya Di Provinsi Jambi
Hanya ada satu bahasa daerah di Provinsi Jambi,
yaitu Bahasa Melayu, dengan beberapa dialek lokal seperti dialek Kerinci,
Bungo/Tebo, Sarolangun, Bangko, Melayu Timur (Tanjung Jabung Barat dan Tanjung
Jabung Timur), Batanghari, Jambi Seberang, Anak Dalam dan Campuran. Khusus
untuk masyarakat Kerinci, mereka mempunyai aksara tersendiri yang dikenal
dengan Aksara Encong yang dapat ditemui dan digunakan oleh sekelompok
masyarakat di sana. Provinsi ini dapat dikatakan multietnis. Sebagian besar
adalah Melayu Jambi dan selebihnya adalah berbagai suku dan etnis dari seluruh
Indonesia. Etnis dominan adalah Minang, Bugis, Jawa, Sunda, Batak, Cina, Arab,
dan India. Di provinsi ini adat istiadat Melayu sangat dominan. Adat inilah
yang mengatur segala kegiatan dan tingkah laku warga masyarakat yang
bersendikan kepada hukum islam. Adagium ”Adat bersendikan sara’, sara’
bersendikan kitabullah” atau ”Sara’ mengato adat memakai” sangat memsyarakat di
sana. Penegak syariat Islam banyak mewarnai masyarakat Jambi.
Sosial dan Budaya Di Sumatra Barat
Mayoritas penduduk Sumatera Barat merupakan suku
Minangkabau. Suku ini awalnya berasal dari dua klan utama: Koto Piliang
didirikan Datuak Katumanggungan dan Bodi Chaniago yang didirikan Datuak
Parpatiah nan Sabatang, Suka Kato Piliang memakai sistem aristokrasi yang
dikenal dengan istilah Titiak Dari Ateh (titik dari atas) ala istana
Pagaruyung, sedangkan Bodi Chaniago lebih bersifat demokratis, yang dikenal
dengan istilah Mambasuik Dari Bumi (muncul dari bumi).. Sehari-hari, masyarakat
berkomunikasi dengan Bahasa Minangkabau yang memiliki beberapa dialek, seperti
dialek Bukittinggi, dialek Pariaman, dialek Pasisir Selatan, dan dialek
Payakumbuh. Sementara itu, di daerah kepulauan Mentawai yang terletak beberapa
puluh kilometer di lepas pantai Sumatera Barat, masyarakatnya menggunakan
Bahasa Mentawai. Di Daerah Pasaman bahkan Bahasa Batak berdialek Mandailing
digunakan, biasanya oleh suku Batak Mandailing. Masyarakat Sumatera Barat,
sangat manghargai nilai-nilai adat dan budaya tradisional serta terbuka terhadap
nilai-nilai positif yang datang dari luar. Kondisi ini membawa kepada komunitas
yang sangat kondusif bagi pembangunan nasional dan cita-cita reformasi.
Meskipun suku Minangkabau mendominasi masyarakat Sumatera Barat secara
keseluruhan, kehidupan mereka relatif rukun dan damai dengan warga pendatang
lainnya yang terdiri atas berbagai etnis minoritas, seperti suku Mentawai di
Kepulauan Mentawai, suku Mandailing di Pasaman, transmigran asal Jawa di
Pasaman dan Sijunjung, kelompok etnis Cina, dan berbagai suku pendatang lainnya
yang berdiam di kota-kota di Sumatera Barat.
Langganan:
Postingan (Atom)